Muda, Gaul, Berkarya

Remaja Islam Sunda Kelapa
PARIS 3 June 2016

PARIS 3 June 2016

📚 Pengajian Akhir Pekan RISKA ( PARIS )

Dalam kehidupan ini ada kebaikan dan ada keburukan, ada haq dan ada bathil, kebaikan dan kebenaran merupakan sesuatu yang harus kita laksanakan, sedangkan kebathilan atau keburukan merupakan sesuatu yang harus kita tinggalkan.

Ini merupakan konsekuensi iman yang menuntut kepada kita untuk menjalani kehidupan dengan amal shaleh sehingga kehidupan kita yang singkat ini memberi manfaat kebaikan yang seolah-olah usia kita begitu panjang karena manfaatnya dirasakan oleh orang lain meskipun kita telah wafat dalam waktu yang lama.

“Orang yang berhijrah adalah orang yang meninggalkan apa-apa yang dilarang Allah atasnya” (HR.Bukhari dan Muslim).

Yuk kaji lebih dalam PARIS minggu ini dengan tema :

📚 SIAPKAN LANGKAH, MENUJU KEBAIKAN 📚

Bersama:
Ustad Syahroni Mardani, Lc

📅 Jumat, 03 Juni 2016 / 27 Sya’ban 1437 H
⌚ Pukul 18.30 WIB – selesai
🕌 Ruang Ibadah Utama
Masjid Agung Sunda Kelapa
Menteng, Jakarta Pusat

Acara ini GRATIS dan Terbuka untuk UMUM!

Dipersembahkan oleh:
Biro Kajian Publik RISKA
Sponsored by: WARDAH

CP : 085691071081 (Mega)
———————
Join & Follow
FB : RISKA Menteng
Twitter : @riskamenteng
Instagram : riskamenteng
Path : RISKA Menteng
Web : www.riska.or.id

Ayo datang dan sebarkan info kajian ini!
——————–
Divisi Humas
Remaja Islam Sunda Kelapa (RISKA)
Muda Gaul Berkarya

IMG_5836[1]

tanam mangrove

Adik Asuh RISKA Tanam Mangrove di Pesisir Marunda

Adik Asuh RISKA Tanam Mangrove di Pesisir Marunda
Jumat, 22 Januari 2016, 14:00 WIB

Kawasan pesisir Marunda merupakan salah satu kawasan terdampak abrasi laut terparah di Jakarta. Sebagai wujud kepedulian terhadap lingkungan, Adik Asuh Remaja Islam Sunda Kelapa (AAR) bekerja sama dengan Yayasan Restorasi Mangrove Indonesia menanam pohon mangrove di pesisir Marunda, Jakarta Utara, Ahad, (10/1).

Melalui kegiatan ini, anggota AAR memperoleh pengetahuan mengenai pohon mangrove, cara menanam mangrove, dan pemeliharaannya. “Kegiatan penanaman mangrove ini merupakan sarana untuk menumbuhkan rasa kepedulian adik-adik terhadap pelestarian lingkungan, khususnya konservasi mangrove di pesisir Jakarta,” ujar Ketua AAR, Bona FN.

Bona menyebut, konservasi mangrove di Marunda lebih mendesak dibanding konservasi mangrove di kawasan Pantai Indah Kapuk, Muara Angke, ataupun Muara Gembong. “Jarak hunian warga di Marunda hanya berkisar 50 meter dari garis pantai,” kata dia.

Bona menerangkan, selain manfaat pohon mangrove untuk menangkal abrasi, buah pohon mangrove yang lebih dikenal dengan buah api-api juga dapat dikonsumsi masyarakat. Masyarakat di sekitar Marunda biasa mengolah buah api-api menjadi aneka penganan, seperti emping, tepung, ataupun peyek api-api.

“Terlebih, anak muda harus turun tangan terjun langsung melakukan perubahan. Menanam itu menyenangkan, menanam itu ibadah. Sehingga, menanam pohon menjadi gaya hidup di kalangan masyarakat,” kata Bona.

Direktur Yayasan Restorasi Mangrove Indonesia, Ikhsan, mengingatkan agar aktivitas menanam mangrove bukan jadi acara seremonial saja.

“Semoga program penanaman mangrove ini tetap dilanjutkan tidak sekadar menanam Mangrove saja, tetapi juga sampai tahap pemeliharan,” ujar Ikhsan.

Melalui kegiatan ini diharapkan kampanye menanam mangrove kepada masyarakat semakin gencar karena manfaat mangrove itu sangat penting, terutama untuk kawasan pesisir sebagai bagian ketahanan wilayah pesisir. ed: Hafidz Muftisany

sumber : Republika Online