JAKARTA– Tren piknik dan berkumpul bersama orang baru (strangers) kini semakin digandrungi oleh generasi muda di Jakarta. Melepas penat sekaligus memperluas jejaring pertemanan menjadi aktivitas yang sangat diminati akhir-akhir ini.
Melihat fenomena tersebut, Remaja Islam Sunda Kelapa (RISKA) sukses membuat gebrakan baru dengan menyulap Taman Masjid Agung Sunda Kelapa menjadi titik kumpul (communal space) yang inklusif bagi ratusan anak muda dari berbagai latar belakang.
Melalui program teranyar bertajuk “Rest Area: Bertemu, Berteman, Bertumbuh” Chapter 1 yang digelar pada Ahad (21/06/2026), RISKA menghadirkan konsep kegiatan yang segar dan relevan melalui kombinasi talkshow, hiburan, serta interactive games.
Winarsih, Ketua Biro Event Umum RISKA, menyampaikan bahwa REST Area bermula dari anak muda yang gemar berkumpul di area masjid. Kenyamanan dan nilai positif inilah yang ingin disebarluaskan kepada generasi muda lainnya.
“Bagi sebagian orang, masjid mungkin hanya dipandang sebagai tempat ibadah ritual. Padahal Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menjadikan masjid sebagai pusat dakwah, pendidikan, ekonomi, hingga pergerakan sosial. Melalui Rest Area, kami ingin kembali memakmurkan masjid dengan pendekatan kegiatan yang kekinian,” ujar Winarsih.
Pada Chapter 1 ini, Rest Area menggandeng Pondok Inspirasi sebagai kolaborator. Sesi dibuka dengan presentasi singkat mengenai pentingnya empati, yang kemudian didalami peserta melalui board game “Buddy Pekerti”.

Agung Harianto, perwakilan dari Pondok Inspirasi, mengajak seluruh peserta untuk menjadi sahabat yang suportif dengan mengasah kemampuan mendengarkan dan memahami situasi orang lain secara mendalam.
“Sering kali seseorang tidak mau bercerita karena takut dihakimi atau tidak ingin membebani orang lain. Sayangnya, saat mendengarkan, kita justru sering terjebak dalam fenomena ‘adu nasib’, bukan benar-benar menyimak,” ungkap Agung.
Antusiasme peserta semakin memuncak saat memasuki sesi talkshow bersama Iqbal Hariadi, CEO Proud Project, yang membawakan materi berjudul “Bertumbuh Sesuai dengan Pace-mu”. Sesi interaktif selama satu jam ini mengupas tuntas dinamika Gen-Z mengenali diri sendiri. Menurutnya, 95% Gen-Z cenderung membandingkan diri dengan pencapaian orang lain di media sosial sejak pertama kali bangun tidur di pagi hari.
Iqbal menekankan bahwa proses hidup setiap individu tidak dapat diseragamkan karena setiap orang memiliki perjuangan yang berbeda di balik layarnya. Ia juga membagikan tips praktis untuk mengenalkan life core value sebagai kompas hidup, serta teknik journaling sebagai media refleksi diri sehari-hari.
Membuka Ruang Kolaborasi Strategis
Rest Area Chapter 1 tidak lepas dari kehadiran berbagai perwakilan komunitas dakwah, komunitas hobi, Lembaga Dakwah Kampus (LDK), dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Jabodetabek. Kehadiran lintas komunitas ini menegaskan potensi Rest Area Area sebagai wadah kolaborasi yang masif.
Ketua Umum RISKA, Rizaldi Prasetyo, memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada ratusan anak muda yang telah meramaikan acara ini. Ia juga mengatakan bahwa Rest Area adalah momentum awal untuk membangun kemitraan yang lebih luas di chapter berikutnya.
“Ini adalah langkah awal yang sangat positif. Kami sangat bangga melihat antusiasme dari berbagai komunitas yang hadir dan saling berjejaring di sini. Rest Area dirancang bukan hanya sebagai acara satu kali selesai, melainkan sebuah gerakan berkelanjutan. Kami membuka pintu selebar-lebarnya untuk kolaborasi strategis bersama brand (sponsor), media partner, serta community partner untuk menyukseskan Rest Area Chapter 2 dan 3 mendatang,” pungkas Rizaldi.


